Peniadaan Mudik Ditanggapi Positif, Pergerakan Penumpang Turun Signifikan

Menhub
(dephub.go.id)

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, evaluasi sementara pengendalian transportasi dalam rangka peniadaan mudik hingga hari ini, Senin (10/5/2021), menujukkan pergerakan penumpang turun signifikan di semua moda transportasi.

“Di ratas (rapat terbatas) tadi kami melaporkan bahwa, pertama, secara umum peniadaan mudik ini ditanggapi dengan cukup baik oleh masyarakat , ditandai dengan adanya penurunan jumlah pergerakan penumpang selama peniadaan mudik pada 6-9 Mei 2021 yang mencapai 77% di semua moda transportasi”, kata Menhub seusai Rapat Terbatas bersama Presiden, Senin (10/5/2021).

Kedua, lanjut Menhub, pergerakan transportasi untuk melayani kegiatan nonmudik yang dikecualikan juga dapat dikendalikan dengan baik, termasuk angkutan logistik yang pergerakannya tetap berjalan seperti biasanya.

“Walaupun perjalanan penumpang dilakukan pembatasan secara ketat di masa peniadaan mudik, namun untuk angkutan logistik dipastikan tidak terkendala dan berjalan seperti biasanya, ”ujar Budi Karya.

Ketiga, Menhub menjelaskan, Kemenhub akan melakukan antisipasi terjadinya lonjakan pergerakan pada arus balik. Kemenhub memprediksi akan terjadi lonjakan pada H+2 Idul Fitri 1442 H/2021.

Dia mengatakan ada dua hal yang diusulkan untuk mengantisipasi potensi lonjakan pada arus balik. Pertama, mengimbau masyarakat untuk menunda kepulangan supaya tidak bertemu di satu tempat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan penumpukan.

Kedua, melakukan testing yang intensif di berbagai tempat yang konsentrasinya besar seperti di Madiun, Ngawi, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Semarang, Cirebon, Jakarta, bahkan yang dari Sumatera di Bakauheni.

“Kami mengusulkan kepada Menko Perekonomian dan Menkes untuk memberikan tes Covid-19 gratis bagi mereka yang melakukan perjalanan melalui darat. Sementara untuk perjalanan transportasi lain akan diberlakukan pengetatan syarat perjalanan seperti pada masa pra peniadaan mudik,” ujar Menhub.

Keempat, terkait adanya kepulangan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari dari Malaysia yang pulang dari wilayah Kepulauan Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara, Kemenhub telah berkoordinasi dengan operator transportasi untuk menyiapkan kapal-kapal dan bus untuk mengangkut sampai ke tempat tujuan akhir mereka.

Dan Kelima, telah disetujui di dalam rapat terbatas bahwa tidak ada lagi penerbangan charter dari luar negeri yang beroperasi melayani tenaga kerja asing selama masa peniadaan mudik (hingga 17 Mei 2021). Menhub juga meminta para tenaga kerja asing untuk menunda perjalanannya.

Bagikan berita ini di sosial media
    
   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *