Wisata  

Luhut Ungkap 15 Isu Pengembangan DPSP Borobudur

DPSP Borobudur

MAGELANG |GemaNusantara.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan Borobudur sebagai destinasi berkualitas melalui percepatan oengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur.

“Ada 15 isu terkait pengembangan DPSP Borobudur yang harus diselesaikan pada 2021,” ujarnya saat membuka Rapat Koordinasi Triwulan Dewan Pengarah Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Borobudur di Hotel Manohara, Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Isu-isu ini katanya terbagi ke dalam komponen atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan fasilitas pendukung yang momentum peningkatan kualitasnya harus terus dijaga melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Sejumlah langkah cepat yang akan dilakukan adalah pengintegrasian pengelolaan kawasan Candi Borobudur melalui mekanisme BLU, peningkatan kelestarian dan pencegahan eksploitasi massal Candi Borobudur melalui pembatasan jumlah pengunjung dan pembangunan atraksi wisata baru di luar kawasan penataan kawasan di sekitar Candi Borobudur melalui penataan bangunan yang memberikan nuansa kebudayaan Jawa,” tambahnya.

“Saat ini juga tengah mendorong pendekatan yang cocok dengan wisata yang diminati para milenial,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

Sementara itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X berharap ada kepastian dalam pola pengembangan wisata. Sebab jalur wisata di Yogyakarta dan Jawa Tengah menjadi suatu hal yang penting, agar wisatawan dapat menyaksikan kesenian dan tradisi pada daerah ini secara keseluruhan.

Bagikan berita ini di sosial media
    
   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *