Opini  

Asas-asas Umum Hukum Benda

Chaerul Amir
Dr. Chaerul Amir SH MH
Oleh Dr. Chaerul Amir, SH MH
Penulis buku Perlindungan Hukum terhadap Benda Sitaan

Hak milik merupakan hak yang tidak dapat diganggu gugat oleh siapa pun baik orang lain yang bukan pemilik maupun oleh pembentuk Undang-Undang atau penguasa, di mana mereka tidak boleh sewenang-wenang membatasi hak milik, melainkan harus ada ganti kerugiannya dan harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan.

Perjanjian yang berhubungan dengan tujuan pengalihan hak milik dapat kita temui dalam ketentuan Jual beli diatur dalam Bab V Buku III Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Tukar menukar diatur dalam Bab VI Buku III Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Hibah diatur dalam Bab X Buku III Kitab Undang Undang Hukum Perdata.

Asas-asas umum dari Hukum Benda yaitu:

1. Merupakan hukum pemaksa artinya berlakunya aturan-aturan itu tidak dapat di simpangi oleh para pihak sebagaimana telah kita ketahui, atas sesuatu benda itu hanya dapat diadakan hak kebendaan sebagaimana yang telah disebutkan dalam undang undang.

Hak-hak kebendaan tidak akan memberikan wewenang yang lain dari pada apa yang sudah ditentukan dalam undang undang, dengan kata lain perkataan kehendak para pihak itu tidak dapat mempengaruhi isi hak kebendaan.

2. Asas hak mengikuti benda, droit de suite, yaitu hak kebendaan selalu mengikuti bendanya di mana dan dalam tangan siapa pun benda itu berada. Asas ini berasal dari hukum romawi yang membedakan hukum harta kekayaan (vermogensrecht) dalam hak kebendaan (zaakkelijkrecht) dan hak perseorangan (persoonlijkrecht).

3. Dapat dipindahkan Kecuali isinya oleh undang-undang juga ditentukan sifat-sifatnya hak kebendaan, kecuali hak pakai dan mendiami semua hak kebendaan dapat dipindahtangankan.

Bagikan berita ini di sosial media
    
   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *