Daerah  

Wapres Minta Jawa Tengah Optimalkan Penyaluran PKH dan Sembako

Prevalensi

JAKARTA|GemaNusantara.id – Wakil Presiden  (Wapres RI) Ma’ruf Amin menekankan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan program Kartu Sembako di Jawa Tengah harus lebih dioptimalkan pelaksanaannya.

Dia mengatakan hal itu saat Rakor dengan Satgas Penanganan Covid-19 Daerah dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Jumat (23/07).

“Di Jawa Tengah penyaluran PKH dari target 548.166 keluarga itu penerima manfaat atau KPM baru mencapai 359.057 artinya baru 65,4 persen, untuk program Kartu Sembako dari target 3,8 [juta] baru 2,96 juta berarti 76 persen. Hal-hal lain juga termasuk dengan bantuan-bantuan lain,” ungkapnya.

Wapres juga mendorong kemajuan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang didanai dari Dana Desa, bantuan sosial lainnya yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pemerintah daerah sendiri, dan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk pelaku usaha mikro.

Terkait realisasi anggaran penanganan Covid-19, Wapres meminta agar Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota diberikan perhatian dan dorongan serta pendampingan mengenai ketentuan regulasi dan hukum, agar dapat merealisasikan anggaran secara optimal.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Jateng melaporkan berdasarkan data per 22 Juli 2021, pukul 16.00 WIB, pasien Covid-19 yang dirawat di wilayahnya sebanyak 32.827 orang.

Sementara, BOR per 23 Juli 2021 adalah sebesar 73,52 persen. “Jumlah tempat tidur 8.629, tempat tidur yang terpakai 6.344,” imbuhnya.

Terkait obat-obatan, Ganjar menyampaikan ketersediaan masih tercukupi kecuali untuk obat-obatan khusus. Sementara untuk oksigen, bantuan oxygen concentrator dari pemerintah pusat sangat membantu.

Ganjar juga mendorong rumah sakit untuk mengadakan oxygen generator untuk menghasilkan oksigen, sehingga tidak memakan waktu untuk menunggu distribusi oksigen dari tempat lain.

Sedangkan untuk penyaluran bansos, Gubernur Jateng memaparkan bahwa pihaknya telah memetakan realisasi bansos penanganan pandemi baik yang berasal dari APBD maupun APBN. Dari APBN terdapat program Kartu Sembako, Bansos Tunai (BST), PKH, serta Bantuan Beras PKH & BST.

 

Bagikan berita ini di sosial media
    
   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *