Daerah  

Soal Perkembangan Covid-19, Ini Penjelasan Gubernur Jatim dan Bali

PPKM Darurat

SURABAYA|GemaNusantara.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan kondisi BOR ICU 87%, isolasi 82%, RS darurat lapangan 70%, dan Rumah observasi 56% sedangkan zona hitam jika BORnya di atas 80%.

Dijelaskannya, upaya yang dilakukan yaitu untuk zona merah yaitu mengkonversi 15% ICU dari ruang inap yang dikonversi untuk perawat covid. Untuk zona hitam mengkonversi 25% ICU dari ruang rawat inap yang dikonversi untuk perawatan covid.

“Untuk BOR isolasi mengkonversi 30% untuk zona merah, dan mengkonversi minimal 40% untuk zona hitam,” jelas Khofifah.

Dia menyebutkan telah ada berbagai titik-titik penyekatan di Jawa Timur, sedangkan vaksinasi Jawa Timur masih tertinggi dari penggunaan dosis, target 300.000 vaksinasi harian per kabupaten/kota.

Gubernur Bali I Wayan Koster melaporkan perkembangan yang sudah dilakukan di Bali. Menurutnya Bali terus meningkatkan target vaksinasi setiap harinya.

Saat ini di Bali vaksinasi tahap pertama sudah mencapai 79,4%, dan 25% untuk vaksinasi tahap kedua.

Untuk percepatan vaksinasi Gubernur Bali juga sudah mulai mencanangkan vaksinasi untuk pelajar usia 12 sampai 17 tahun sejak dua hari lalu. Setiap harinya akan terjadi peningkatan pencapai vaksinasi di Bali agar pertengahan Juli vaksinasi tahap pertama dapat memenuhi target.

Untuk pelaksanaan PPKM Darurat di Bali, I Wayan mengakui pihaknya sudah secara terus-menerus melakukan koordinasi dan juga pelaksanaan di lapangan bersama TNI, Polri, dan kabupaten/kota se-Bali. Namun memang belum terjadi perubahan siginfikan pada mobilitas masyarakat.

“Oleh karena itu sesuai arahan, kami akan berkumpul lagi meningkatkan pengawasan serta operasi yustisi dalam rangka pengendalian mobilitas di lapangan ini,” ujar I Wayan Koster.

Dikatakannya, dampak PPKM Darurat di Bali memang belum terlihat sebagaimana kasus yang terjadi masih meningkat per harinya. Kasus sembuh masih rendah dibandingkan kasus baru, namun kasus meninggal tidak ada penambahan siginifkan. Kasus aktif secara kumulatif per hari ini itu mencapai 2.697. Di Rumah Sakit 774 atau 46%, di karantina sebanyak 1.913 kasus.

“Hari ini di Bali merupakan yang tertinggi, kasus baru sebanyak 505 orang, sembuh 110, dan meninggal 8 orang,” katanya.

Hal ini dikatakannya karena Bali meningkatkan tracing sampai 200% dari sebelum PPKM Darurat yang hanya seribu tracing namun saat ini Bali per hari rata-rata melakukan tracing sebanyak di atas 3 ribu jiwa sehingga terjadi peningkatan kasus yang ditemui. Bali akan terus menggencarkan tracing dan testing ini serta meningkatkan ketersediaan layanan di rumah sakit. Kecukupan oksigen di Bali pun dilaporkan masih cukup untuk 3 bulan ke depan.

Untuk mobilitas penduduk,  I Wayan mengatakan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk pihaknya akan mempertegas tindakan di lapangan sesuai Surat Edaran.

“Bagi masyarakat yang belum memiliki kartu vaksin dan hasil antigen non-reaktif akan dikembalikan dan tidak boleh menyebrang sehingga mobilitas yang memungkinkan penularan Covid-19 ini dapat kami kendalikan,” pungkasnya.

Bagikan berita ini di sosial media
    
   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *