Cegah Kerusakan Mesin Mobil akibat Jarang Dipakai selama PPKM, Jangan Lupa Ganti Oli

  • Bagikan
ganti oli
(Auto2000)

JAKARTA | GemaNusantara.id – Aturan PPKM membatasi aktivitas masyarakat sehingga mobil jarang digunakan, bahkan parkir lama di garasi rumah jika kamu tidak pernah bepergian disebabkan memilih untuk work from home.

Situasi ini membawa dampak negatif pada pemilik mobil, yakni segan atau lupa merawat kendaraannya, terutama mengenai oli mesin yang memegang peran sangat penting meskipun kendaraan bermotor tidak dipakai dalam jangka waktu lama.

Fungsi Oli Mesin

Mengapa oli mesin memegang peran sangat penting pada sebuah kendaraan? Hal utama yang wajib diketahui oleh kamu adalah mengenai fungsi dari oli mesin itu sendiri.

Menurut Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000, sebagian dari pemilik mobil biasanya hanya tahu fungsi dari oli mesin adalah sebagai pelumas antar komponen mesin yang saling bergesekan untuk mengurangi risiko aus sehingga dapat bergerak secara optimal sepanjang waktu.

Dalam prosesnya, tutur Nur, oli melarutkan kotoran yang ada di dalam mesin dan membawanya ke filter oli untuk disaring. Kotoran ini timbul dari debu yang masuk melalui celah seal, bisa karena bocor atau sudah kemakan usia, dan akibat gesekan antar komponen dalam mesin berupa serpihan logam halus.

“Itulah mengapa filter oli mesin wajib diganti sesuai rekomendasi pabrikan untuk menjaga kinerjanya supaya tetap optimal,” jelasnya, Jumat (3/9/2021).

Fungsi lain dari pelumas adalah membantu mendinginkan mesin di mana panas yang timbul dari gesekan antar komponen di dalam mesin akan diteruskan oleh oli mesin ke dinding blok mesin dan selanjutnya dilepaskan keluar.

“Yang tidak kalah penting, senyawa kimia yang terdapat di dalam oli mesin akan mencegah terjadinya karat pada komponen di dalam mesin untuk menjaga usia pakainya,” kata Nur.

Dampak Tidak Ganti Oli Mesin

Struktur senyawa kimia oli mesin pasti akan berubah dan kemampuannya dalam menunaikan tugas ikut menurun seiring beroperasinya mesin mobil, apalagi jika sering menghadapi kondisi berat seperti macet parah. Karena tidak bisa bekerja secara optimal dalam melindungi komponen mesin, gesekan akan meningkat dan meninggalkan banyak residu.

“Jika dibiarkan, kotoran akan menghambat kinerja mesin selain membuat komponen di dalamnya rusak lantaran fungsi utama oli mesin sudah berkurang. Residu berlebihan turut mempengaruhi kinerja pompa dan filter oli mesin di mana jika sudah parah dapat mengakibatkan keduanya mampat,” ujarnya.

Kondisi ini juga akan menyebabkan fungsi oli lainnya, seperti membantu melepaskan panas mesin ikut berkurang dan membuat kerja radiator semakin berat. Hanya masalah waktu sebelum akhirnya mesin bermasalah dan rusak parah.

Meskipun demikian, lanjut Nur, membiarkan oli mesin tidak diganti dengan alasan mobil tidak pernah dipakai saat PPKM juga tidak tepat. Seiring waktu, senyawa kimia di dalam oli mesin akan mengalami perubahan terkait proses oksidasi yang secara alami terjadi.

Masalahnya, kandungan air sebagai akibat dari oksidasi pada oli mesin akan meningkat hingga mencapai level yang berbahaya jika didiamkan .

Begitu mesin dinyalakan dan oli bekerja, kontaminasi air akan merusak senyawa oli dan menurunkan kemampuannya. Tinggal masalah waktu sebelum akhirnya mesin mobil bermasalah akibat pelumas gagal melindungi komponen mesin.

Ruang mesin juga punya potensi timbul karat karena proses oksidasi. Jika dibiarkan, karat akan merambat ke berbagai komponen di dalam mesin dan mengakibatkan kerusakan parah.

Melihat pentingnya tugas oli mesin, cairan pelumas ini harus selalu dalam radar pengawasan, kamu disarankan untuk menggantinya waktu servis berkala setiap 6 bulan.

“Meskipun mobil jarang dipakai selama PPKM beberapa bulan ini, bukan berarti perawatan kendaraan terutama mengganti oli mesin diabaikan mengingat fungsi dari pelumas yang sangat vital dan risiko masalah kalau sampai alpa menggantinya sesuai aturan,” kata Nur.

Bagikan berita ini di sosial media
    
   
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.