Dua Kali Gagal, Anak Tukang Bakso Ini Akhirnya Berhasil Jadi Pegawai Kejaksaan

  • Bagikan
anak tukang bakso

SURABAYA | GemaNusantara.id – Keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi seseorang untuk mewujudkan cita-citanya. Hal ini dibuktikan oleh Ellyana Intan Ningtyas, seorang anak tukang bakso yang berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi pegawai Kejaksaan.

Perjuangan Ellyana yang bisa dipanggil Elly memang tidak mudah. Dia bukan sekali atau dua kali mendaftar di Kejaksaan, melainkan sudah dua kali mencoba namun hasilnya selalu gagal. Hingga pada pendaftaran ketiga tahun 2021, Elly baru diterima menjadi abdi negara.

“Setiap ada pembukaan saya daftar, biarpun tahun lalu gagal mungkin belum rejeki saya, setiap kegagalan saya intropeksi kekurangan saya dan berusaha lebih keras lagi untuk belajar,” ungkap Elly seperti dikutip dari laman resmi Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kamis (13/1/2022).

Apalagi temannya yang anak juru parkir bernama Mike dan anak penjual kopi bernama Petir yang mendaftar bersama Elly pada tahun 2020 sudah diterima terlebih dahulu sebagai PNS Kejaksaan RI.

“Hal tersebut juga menjadi motivasi saya untuk terus mencoba tanpa patah semangat dan Alhamdulillah tahun 2021 ini Allah menakdirkan saya diterima sebagai CPNS Kejaksaan,” ujar Ely.

Dia mengakui sebenarnya pihak keluarga sendiri sempat pesimis dengan cita-citanya untuk menjadi pegawai Kejaksaan, terlebih keluarganya juga mendapatkan informasi simpang siur bahwa kalau menjadi pegawai negeri harus punya konekasi dan dana agar bisa diterima.

“Saya modal tekad dan niat, saya bilang sama orang tua saya, biar saya sendiri yang coba, saya jalani cukup dengan doa, insyaAllah. Alhamdulillah, terkabul dengan doa orang tua,” tambah Elly.

Setiap harinya, Elly bekerja di salah satu tempat foto copy di daerah Waru, Sidorajo, Jawa Timur. Selain itu, selepas bekerja dan sepulang bekerja Elly membantu orang tuanya untuk mempersiapkan jualan bakso.

Sang ayah, Tukiman yang biasa di panggil Jo Bakso, mengungkapkan bahwa putrinya memang sudah lama bercita-cita menjadi pegawai Kejaksaan, bahkan sejak usianya masih 11 tahun.

Namun, Tukiman awalnya merasa tidak mampu mendukung keinginan anaknya untuk menjadi pegawai Kejaksaan, karena ia hanyalah seorang pedagang kecil yang setiap harinya menjajakan bakso keliling menggunakan gerobak.

Hingga kini pun Tukiman cuma bisa mengontrak di hunian sederhan di daerah Wonocolo belakang Jatim Expo, tetapi karena tekad putrinya sangat kuat dan rajin maka Tukiman hanya bisa mendoakan semoga keinginan putrinya terkabul.

“Saya sudah berjualan sekitar 23 tahun, keliling sekitar tujuh tahunan dorong gerobak dan mangkal pinggir jalan dan pindah-pindah,” ujar Tukiman.

Bagikan berita ini di sosial media
    
   
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *