Kapolda Gorontalo Kedepankan Soft Approach terhadap Mahasiswa Hina Presiden

  • Bagikan
Helmy Santika
Irjen Pol Helmy Santika.

GORONTALO | GemaNusantara.id Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Helmy Santika mengedepankan pendekatan lunak (soft approach) terhadap mahasiswa yang videonya viral karena menghina Presiden RI dengan kata tidak senonoh saat berorasi dalam demo menolak kenaikan harga BBM pada Jumat (2/8/2022)

Hal itu disampaikan Kapolda Helmy dalam konferensi pers di Lobby Presisi I Polda Gorontalo terkait dengan viralnya video mahasiswa salah satu perguruan tinggi tersebut, Minggu (4/8/2022).

“Begitu video orasi mahasiswa dengan kata-kata yang tidak sopan ini viral, kita bergerak cepat, untuk mengamankan saudara Yunus Pasau dari kampusnya, guna melindungi yang bersangkutan dari tindakan persekusi ataupun bullying dari pihak-pihak yang terganggu dengan pernyataan orasi yang bersangkutan, sekaligus dilakukan pemeriksaan oleh penyidit Ditreskrimsus Polda Gorontalo,” kata Helmy.

Kapolda Helmy mahasiswa
(BidHumas Polda Gorontalo)

Dia menjelaskan bahwa proses hukum tetap berjalan, namun terhadap yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan.

“Kami tidak ingin menghambat proses belajar mengajar yang bersangkutan di kampus, karena yang bersangkutan ini kan aset bangsa, jadi tidak ditahan. Namun proses hukum tetap berjalan. Saat ini yang bersangkutan masih berstatus sebagai saksi,  tadi saat diperiksa yang bersangkutan mengatakan bahwa apa yang dikatakan saat orasi muncul secara spontan,” ujar Helmy.

Kapolda mengatakan selama pemeriksaan oleh penyidik, yang bersangkutan diberikan edukasi tentang bagaimana menyampaikan pendapat di depan umum yang baik sesuai dengan undang-undang serta menggunakan bahasa-bahasa yang sopan dan beretika yang bisa menimbulkan simpati masyarakat.

Mantan Kasatgas pangan Bareskrim Polri tersebut menegaskan bahwa orasi boleh, tapi gunakan bahasa yang baik agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik pula.

“Kita ini dikenal sebagai bangsa yang beradab, punya etika dan sopan santun, silakan berorasi karena itu hak setiap masyarakat untuk menyampaikan pendapat di depan umum dan itu dilindungi undang-undang, namun caranya yang harus diperhatikan, ada hak orang lain di sana, ada etika dan sopan santun, agar ini menjadi perhatian dan pembelajaran bagi mahasiswa lainnya,” tegasnya.

Pasal yang dipersangkakan oleh penyidik kepada Yunus Pasau adalah pasal 28 ayat 2 jo pasal 45 A ayat 2 Undang-undang nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik.

Selain Yunus Pasau, Penyidik Ditreskrimsus Polda Gorontalo juga memeriksa jenderal lapangan (korlap) pada saat melaksanakan aksi unjuk rasa, serta dosen yang bersangkutan.

Sebelumnya, tim penyidik Polda Gorontalo telah mengamankan seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Yunus Pasau usai viral di media sosial setelah mengucapkan kata tak senonoh terhadap Presiden RI.

“Saat ini saudara Yunus sudah diamankan di Polda dan sedang menjalani pemeriksaan bersama rekan-rekan mahasiswa lainnya,” kata Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono.

Wahyu jelaskan tindakan pengamanan tersebut untuk menghindari tindakan persekusi atau bully terhadap Yunus oleh pihak-pihak yang tidak setuju atau tidak senang dengan perbuatan mahasiswa tersebut.

“Kita amankan Yunus ini, karena respons masyarakat yang beraneka ragam atas orasi yang dilakukan oleh saudara Yunus jangan sampai yang bersangkutan menjadi korban persekusi, bully atau yang lainnya, terkait pidananya, saat ini sedang didalami oleh pihak penyidik Ditreskrimsus,” jelas Wahyu.

Bagikan berita ini di sosial media
    
   
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *