Polda Gorontalo dan UNG Gagas Sekolah Kearifan Lokal bagi Anggota Polri

  • Bagikan

GORONTALO | GemaNusantara.id -Polda Gorontalo dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mulai menggagas hingga membahas kelanjutan Sekolah Kearifan Lokal bagi anggota Polri sebagai tindak lanjut Memorandum of Understanding kedua belah pihak yang ditandatangani pada 3 November lalu.

Rektor UNG Dr. Ir Eduart Wolok, ST., MT. pada pertemuan dengan Kepala Biro SDM Polda Gorontalo Kombes Pol. Agus Nugroho, S.I.K., M.H mengatakan, penyesuaian pemahaman akan kearifan lokal menjadi penting bagi Polri dikarenakan persepsi masyarakat yang berbeda di tiap daerah.

“Ketika persepsi masyarakat kita sikapi dengan pola yang berbeda atau secara normatif semata maka akan semakin rumit, pemahaman akan kearifan lokal menjadi penting,” jelasnua.

Ia melanjutkan, dengan memahami kearifan lokal dan memiliki pengetahuan, peserta Sekolah Kearifan Lokal bagi anggota Polri diharapkan peserta akan dapat beradaptasi dengan budaya Gorontalo.

“Program ini kita harapkan menjadi baseline dari akulturasi anggota Polri dengan masyarakat lokal dan kita berharap kedepan akan menjadi contoh bagi tempat lain,” ungkap Eduart Wolok.

Kepala Biro SDM Polda Gorontalo Kombes Pol. Agus Nugroho, S.I.K., M.H mengatakan Sekolah Kearifan Lokal akan menjadi bekal untuk menunjang tugas pokok fungsi Polri yaitu perlindungan, pengayoman, dan pelayanan pada masyarakat.

“Di Polda Gorontalo kami selalu mendengungkan Moodelo Ayuwa atau teladan pada junior-junior kami untuk mengangkat kearifan lokal yang ada di sini,” ujarnya.

Di sela-sela pertemuan yang membahas kurikulum Sekolah Kearifan Lokal, Wakil Rektor Bidang Akadamik, Dr. Harto Malik, M.Hum menyampaikan bahwa pendekatan Restorative Justice yang digagas oleh Polri memerlukan pengetahuan dan kompetensi pranata sosial-lokal bagi anggota Polri.

Bagikan berita ini di sosial media
    
   
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *